
Pada tanggal 18 Agustus 2009 dilaksanakan pertandingan semifinal Piala Kemerdekaan Malang antara tim Saweri Gading (FE UB) melawan tim Mlenyok FC. Pada awalnya, pertandingan berjalan normal dan lancer. Sampai akhirnya ada beberapa insiden yang terjadi di babak ke-2. insiden dimulai ketika pemain Saweri Gading yaitu Irawan, melakukan Jatuhan yang berbahaya kepada salah seorang pemain Mlenok FC. Insiden tidak berhenti sampai disitu, karena setelah dijatuhkan, ternyata pemain Mlenyok FC tersebut bangkit dan melakukan tandukan terhadap Irawan. Hal itu yang menyebabkan wasit pada pertandingan itu memutuskan untuk memberikan kartu merah kerpada kedua pemain.
Kartu merah pertama diacungkan kepada pemain Mlenyok FC karena pada saat itu pemain Saweri Gading masih tergeletak dilapangan. Masalah mulai muncul ketika Irawan pemain Saweri Gading yang hendak dikartu merah tersebut kemudian mendadak bangkit dari teerjatuh dan menuju pinggir lapangan untuk melakukan pergantian. Melihat hal ini wasit langsung menghampiri pemain tersebut untuk memberikan kartu merah. Kartu merahpun diacungkan kepada sang pemain ketika masih berada dalam lapangan. Insiden yang terjadi berikutnya ialah setelah menerima kartum merah tersebut, pemain yang bersiap menggantikan tadi tetap masuk kedalam lapangan permainan. Kontan saja hal ini diprotes oleh tim lawan yaitu Mlenyok FC, karena setelah mndapatkan kartu merah, pemain Saweri Gading masih berjumlah 5 orang yang berada dalam lapangan permainan. Melihat hal tersebut, wasit kemudian memberikan kartu kunming terhadap Dicky, pemain yang baru masuk tersebut, karena dianggap sebagai pemain illegal dan memasuki lapangan permainan tanpa seijin wasit. Pertandingan inipun akhirnya dimenangkan oleh Saweri Gading setelah mlewati babak tambahan 2x5 Menit.
Keesokan harinya, yaitu pada tanggal 19 Agustus 2009, tim Saweri Gading resmi mengajukan banding terhadap kartu kuning yang diterima Dicky. Hal tersebut dikarenakan, dengan kartu kuning tersebut, Dicky tidak dapat bermain dipartai final karena akumulasi kartu kuning. Banding memang diijinkan dalam turnamen kali ini. Hal ini positif untuk melindungi tim dari keputusan-keputusan yang tidak sesuai dengan Law Of The Game Futsal. Setelah masing-masing pihak baik dari wasit, Saweri Gading, EL NOEL (calon lawan Saweri Gading di Final), para saksi, serta panitia mengeluarkan argumennya, kemudian panitia diputuskan bahwa kartu kuning terhadap Dicky tetap berlaku. Keputusan ini diambil karena menurut hasil siding banding, Dicky secara sah dan meyakinkan telah melanggar prosedur pergantian pemain yang tertera pada Law Of The Game Futsal. Walaupun usaha bandingnya ditolak, tapi apresiasi khusus harus kita berikan terhadap tim Saweri Gading FE UB karena berkenan menyelesaikan masalah dengan duduk bersama dalam satu meja, bukan dengan cara kekerasan. Mekanisme banding ini sendiri merupakan suatu kemajuan untuk Futsal Malang, karena hal ini dilakukan untuk pertama kalinya di kota apel ini. Salut Saweri gading, Majulah futsal Malang!!!!!

Pada tanggal 15-19 Agustus yang lalu, Arena futsal sebagai salah satu provider lapangan futsal yang sudah teerkenal di Malang Raya mengadakan turnamen futsal piala kemerdekaan. Turnamen ini bersifat terbuka untuk umum dan diadakan untuk mmperingati hut RI ke-64 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2009. Sayang, dari kuota 32 tim, turnamen ini “hanya” diikuti oleh 24 Tim saja. Hal ini mungkin dikarenakan, biaya pendaftaran pada turnamen kali ini tergolong sangat besar untuk ukuran turnamen dengan sistem gugur. Dalam turnamen kali ini, setiap peserta wajib membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 250.000,-. Hadiah yang ditawarkanpun tergolong kecil untuk turnamen sejenis, yaitu Rp. 1.500.000,- untuk juara satu, Rp. 750.000,- untuk juara kedua, serta Rp. 500.000 untuk juara ketiga.
Tapi jumlah peserta diatas tidak mempengaruhi gengsi serta tensi dari turnamen ini. Tercatat tim-tim unggulan seperti Saweri Gading (FE UB), Metro Futsal (ITN), Afifuru, AFC Futsal, EL NOEL (Mitra Futsal) juga ambil bagian dalam turnamen kali ini. Sayang sekali turnamen ini sempat diwarnai beberapa insiden baik yang melibatkan pemain di dalam lapangan maupun supporter di luar lapangan. Seperti biasa, hal ini terjadi karena kekurang fahaman tim atau pemain beserta supporternya akan peraturan permainan futsal. Dalam turnamen kali ini masih banyak kita jumpai tim-tim baru (yang mayoritas pemainnya adalah pemain sepakbola) yang gagal beradaptasi dengan peraturan futsal. Mereka ,masih sering melakukan body charge serta sapuan-sapuan yang sama sekali tidak diijinkan dalam olahraga futsal.
Salah satu kejadian menarik ialah ketika tim saweri gading mengajukan banding atas dikartu kuningnya pemain mereka yang bernama Dicky di semifinal. Hal ini disebabkan dengan kartu kuning tersebut, otomatis Dicky tidak dapat bermain pada pertandingan final karena telah mengalami akumulasi kartu kuning. Walaupun usaha ini gagal, tapi hal ini merupakan sejarah, karena dilakukan pertamakalinya dalam per-futsal-an Malang khususnya. Turnamen ini sendiri akhirnya dimenangkan oleh tim EL NOEL (Mitra Futsal) setelah di final mengalahkan tim Saweri Gading (FE UB) dengan skor 7-2. sedangkan peringkat 3 diraih tim Mlenyok FC yang di perebutan tempat ketiga berhasil mengalahkan tim penuh kejutan Kerzen y.

Futsal memiliki peranan penting bagi perkembangan bakat pemain sepak bola. Contoh nyata seperti pesepak bola Brazil. Sebagian besar pemain top Brazil bermain futsal di masa kecilnya. Seperti Ronaldinho, Pele, Zico, Socrates, dan Bebeto. Berkat bermain futsal mereka bisa memiliki kelincahan, kecepatan dan intuisi yang sangat bagus dalam mengolah si kulit bundar di lapangan.
Jika dibandingkan dengan sepak bola, peraturan di Futsal jauh lebih ketat. Pemain dilarang melakukan sliding tackle (menjegal dari belakang) dan body charge (benturan badan), jadi pemain futsal bisa mengeluarkan kemampuan tekniknya tanpa takut dicederai lawan.
Ada beberapa faktor yang membantu pemain dalam mengembangkan kemampuan teknik bermain bola yang baik:
- Kecerdasan.
Disini perbedaan sepakbola dan futsal begitu terlihat. Di futsal seorang pemain dituntut bisa melakukan sebuah improvisasi dalam menghadapi masalah dalam bermain. Jadi secara spontan pemain harus bisa mengeluarkan tekniknya. Futsal ini sangat ideal sebagai sarana mengembangkan intelegensi dalam bermain sepak bola.
- Keahlian Teknik.
Teknik lebih berperan dari tenaga dalam bermain futsal. Jika teknik yang dimiliki pemain tidak memenuhi syarat, pemain tidak bisa melepaskan diri dari pressing lawan. Kondisi ini membuat pemain mau tidak mau harus meningkatkan skill nya. Baik dalam hal kontrol bola, pergerakan dengan dan tanpa bola, footwork, passing, dribbling dan shooting.
- Total Football.
Di futsal, jumlah pemain yang sedikit membuat seluruh pemain bermain dengan total football. Jadi saat tim menyerang, tidak hanya pemain depan yang bekerja. Begitu pula saat bertahan, pemain depan juga turun membantu pertahanan. Maka dari itu, pemain futsal dituntut memiliki stamina yang prima, karena harus selalu bergerak.
- Kecepatan.
Ruang gerak yang sempit membuat aliran bola bergerak cepat diantara kaki pemain. Jadi pemain futsal dituntut untuk bermain cepat, baik dalam hal passing, gerak tipu dan shooting. Tentu hal ini menjadikan nilai lebih jika digunakan dalam bermain sepak bola lapangan besar.
- Hiburan.
Di Futsal terjadinya gol jauh lebih sering daripada di sepak bola. Dengan skill pemain yang tinggi, pergerakan bola yang cepat dan seringnya terjadi gol, maka futsal menjadi tontonan yang menyenangkan.

Peraturan permainan futsal yang diterbitkan FIFA ada 18 aturan, ada yang baku dan ada yang mengalami penyesuaian dengan keadaan dan kebutuhan.
Sebagai contoh, pada peraturan futsal disebutkan lamanya pertandingan futsal adalah dua kali 20 menit bersih, maksudnya waktu yang dihitung berdasarkan lamanya bola dimainkan, sedangkan saat bola keluar tidak dihitung. Namun pada prakteknya, seringkali peraturan berubah menjadi dua kali 20 menit kotor. Saat bola keluar waktu tetap dihitung.
Peraturan permainan futsal ini berbeda dengan peraturan sepakbola di lapangan rumput. Mulai dari ukuran bola, jenis bola, ukuran lapangan, jumlah pemain hingga sistem pertandingan.
Berikut ini penjelasan tentang aturan futsal secara terperinci, mengacu pada peraturan FIFA tahun 2006:
Lapangan
Bola
Pemain
Perlengkapan Pemain
Wasit
Wasit Kedua
Pencatat Waktu dan Wasit Ketiga
Durasi Pertandingan
Memulai dan Melanjutkan Pertandingan
Bola di Luar dan Dalam Lapangan
Gol
Kesalahan dan Pelanggaran
Tendangan Bebas
Akumulasi Pelanggaran
Tendangan Penalti
Tendangan ke Dalam (Kick In)
Lemparan Gawang (Goal Clearance)
Tendangan Sudut (Corner Kick)

Kata Futsal berasal dari bahasa Spanyol, yaitu Futbol (sepak bola) dan Sala (ruangan), yang jika digabung artinya menjadi “Sepak Bola dalam Ruangan”.
Menurut FIFA, asal mula Futsal ini mulai pada tahun 1930 di Montevideo, Uruguay. Pertama Futsal ini diperkenalkan oleh Juan Carlos Ceriani, seorang pelatih sepak bola asal Argentina. Hujan yang sering mengguyur Montevideo membuatnya kesal, karena rencana yang Ia susun jadi berantakan karena lapangan yang tergenang air. Lalu Ceriani memindahkan latihan ke dalam ruangan. Pertama Ia tetap menggunakan jumlah pemain 11 orang, namun karena lapangan yang sempit, Ia memutuskan untuk mengurangi jumlah pemain menjadi 5 orang tiap tim, termasuk penjaga gawang.
Ternyata latihan didalam ruangan itu sangatlah efektif dan atraktif. Sehingga mampu menarik minat banyak masyarakat Montevideo. Lalu banyak penggemar bola di kota itu yang mencoba permainan baru ini, dan jadilah Futsal olahraga yang digandrungi masyarakat luas.
Sejarah Futsal versi FIFA ini tidak bisa diterima begitu saja, ada beberapa negara yang mengklaim bahwa Futsal berasal dari negara mereka masing-masing.
Kanada dan Brazil termasuk negara yang mengklaim bahwa Futsal berasal dari negara mereka. Mereka menentang keras sejarah Futsal versi FIFA ini. Brazil mengklaim bahwa saat yang bersamaan dengan munculnya cerita Ceriani, pemain bola di Brazil sudah melakukan hal yang sama, namun di Brazil tidak menggunakan aturan baku, artinya aturan tiap daerah berbeda-beda.
Futsal berkembang sangat pesat di Brazil, lalu pada tahun 1936 dibuatlah kesepakatan dan penetapan aturan main futsal. Pada masa itu, peraturan futsal juga tidak banyak bedanya dengan peraturan futsal saat ini. Dengan adanya peraturan ini, futsal semakin berkembang dan digemari di Amerika Latin, bahkan ke seluruh dunia.
Di Italia, futsal mulai dikenal pada tahun 1950an. Futsal di Italia diperkenalkan oleh pemain-pemain sepak bola impor dari Amerika latin yang bermain di Seri A (Liga Italia). Di saat senggang, pemain-pemain itu bermain futsal. Dan futsal semakin dekenal dan digemari di Italia.
Beda halnya dengan di Inggris. Di Inggris pemain-pemain sepak bola sering melakukan latih tanding enam lawan enam di lapangan rumput. Futsal juga terkenal di Inggris, hingga suatu saat diselenggarakan turnamen futsal yang disponsori oleh London Express, salah satu harian terkemuka di London.
Sedangkan di Spanyol, perkembangan futsal jauh lebih cepat. Hal ini bisa terjadi karena budaya dan gaya bermain bola di Spanyol sangat mirip dengan budaya Amerika Latin.
Pada 1965 kompetisi internasional Futsal digelar untuk pertama kalinya, dengan Paraguay menjadi juara pertama. Lalu pada tahun-tahun berikutnya hingga tahun 1979 Brazil merajai kompetisi ini. Brazil juga memenangi piala Pan Amerika untuk kali pertama di tahun 1980 dan 1984.
Di tahun 1974 diadakan pertemuan perwakilan futsal dari berbagai negara. Pertemuan di Sao Paulo itu menggagas dibentuknya FIFUSA (The Federacao Internationale de Futebol de Salao / Federasi Futsal AS)sebagai organisasi resmi yang mewadahi futsal. FIFUSA saat itu menunjuk Joao Havelange sebagai ketua umum. Setelah eksisnya FIFUSA ini futsal semakin cepat menyebar ke seluruh penjuru dunia.
Kejuaraan dunia futsal pertama diselenggarakan oleh FIFUSA pada 1982 di Sao Paulo Brazil. Pada even edisi perdana ini Brazil keluar sebagai juara.
Tiga tahun berikutnya, even yang sama digelar di Spanyol. Ini adalah kali pertama even tiga tahunan ini dihelat di benua Eropa, dan lagi-lagi Brazil keluar sebagai juara. Dan pada 1988 Brazil berhasil dikalahkan oleh Paraguay di Australia.
Setelah beberapa tahun eksis, Futsal semakin terorganisir, dan FIFA pun tertarik. Karena bagaimanapun juga futsal turut memajukan industri sepakbola internasional. Pada 1989 FIFA secara resmi memasukkan futsal sebagai salah satu bagian dari sepakbola, dan FIFA juga mengambil alih penyelenggaraan kejuaraan dunia futsal.
Piala dunia futsal edisi FIFA yang pertama digelar di Belanda pada 1989 dan yang kedua digelar di Hong Kong di tahun 1992, dengan Brazil sebagai juara di kedua edisi ini.
Dengan adanya beberapa pertimbangan, akhirnya FIFA mengubah jadwal piala dunia Futsal ini menjadi empat tahun sekali.

Futsal adalah olahraga yang diciptakan untuk memperbaiki citra olahraga sepakbola yang terkesan urakan dan aturannya terlalu longgar. dalam olahraga ini kita dituntut untuk lebih detail dan lebih rinci dalam mempeljari peraturannya. disinilah letak kesulitannya. sebagai salah satu olahraga baru, informasi tentang peraturan permainan futsal belum terdistribusi dengan baik kepada seluruh kalangan masyarakat. banyak orang yang pulang dari lapangan futsal, dan mengaku bahwa mereka baru saja bermain futsal. padahal bila ditelaah kembali, belum tentu yang mereka mainkan tadi adalah permainan futsal, karena masih banyak body charge dan pelanggaran peraturan lainnya disana.
Efek dari kealahan persepsi ini ialah ketika mereka mengikuti turnamen. mayoritas warga malang yang "buta" tentang aturan futsal, akan cenderung menuduh wasit sebagai biang kerok kekalahan atau sebagai individu yang idak becus memimpin pertandingan. padahal disini wasit hanya berusaha semaksimal mungkin untuk menerapkan peraturan permainan. Bila terjadi satu atau dua kesalahan wasit selama pertandingan, hal itu hendaknya menjadi toleransi pemain. Kenapa? karena wasit sama seperti kita, bukan seorang malaikat yang akan selalu benar.