FUTSAL PIALA KEMERDEKAAN MALANG
Pada tanggal 15-19 Agustus yang lalu, Arena futsal sebagai salah satu provider lapangan futsal yang sudah teerkenal di Malang Raya mengadakan turnamen futsal piala kemerdekaan. Turnamen ini bersifat terbuka untuk umum dan diadakan untuk mmperingati hut RI ke-64 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2009. Sayang, dari kuota 32 tim, turnamen ini “hanya” diikuti oleh 24 Tim saja. Hal ini mungkin dikarenakan, biaya pendaftaran pada turnamen kali ini tergolong sangat besar untuk ukuran turnamen dengan sistem gugur. Dalam turnamen kali ini, setiap peserta wajib membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 250.000,-. Hadiah yang ditawarkanpun tergolong kecil untuk turnamen sejenis, yaitu Rp. 1.500.000,- untuk juara satu, Rp. 750.000,- untuk juara kedua, serta Rp. 500.000 untuk juara ketiga.
Tapi jumlah peserta diatas tidak mempengaruhi gengsi serta tensi dari turnamen ini. Tercatat tim-tim unggulan seperti Saweri Gading (FE UB), Metro Futsal (ITN), Afifuru, AFC Futsal, EL NOEL (Mitra Futsal) juga ambil bagian dalam turnamen kali ini. Sayang sekali turnamen ini sempat diwarnai beberapa insiden baik yang melibatkan pemain di dalam lapangan maupun supporter di luar lapangan. Seperti biasa, hal ini terjadi karena kekurang fahaman tim atau pemain beserta supporternya akan peraturan permainan futsal. Dalam turnamen kali ini masih banyak kita jumpai tim-tim baru (yang mayoritas pemainnya adalah pemain sepakbola) yang gagal beradaptasi dengan peraturan futsal. Mereka ,masih sering melakukan body charge serta sapuan-sapuan yang sama sekali tidak diijinkan dalam olahraga futsal.
Salah satu kejadian menarik ialah ketika tim saweri gading mengajukan banding atas dikartu kuningnya pemain mereka yang bernama Dicky di semifinal. Hal ini disebabkan dengan kartu kuning tersebut, otomatis Dicky tidak dapat bermain pada pertandingan final karena telah mengalami akumulasi kartu kuning. Walaupun usaha ini gagal, tapi hal ini merupakan sejarah, karena dilakukan pertamakalinya dalam per-futsal-an Malang khususnya. Turnamen ini sendiri akhirnya dimenangkan oleh tim EL NOEL (Mitra Futsal) setelah di final mengalahkan tim Saweri Gading (FE UB) dengan skor 7-2. sedangkan peringkat 3 diraih tim Mlenyok FC yang di perebutan tempat ketiga berhasil mengalahkan tim penuh kejutan Kerzen y.
Tapi jumlah peserta diatas tidak mempengaruhi gengsi serta tensi dari turnamen ini. Tercatat tim-tim unggulan seperti Saweri Gading (FE UB), Metro Futsal (ITN), Afifuru, AFC Futsal, EL NOEL (Mitra Futsal) juga ambil bagian dalam turnamen kali ini. Sayang sekali turnamen ini sempat diwarnai beberapa insiden baik yang melibatkan pemain di dalam lapangan maupun supporter di luar lapangan. Seperti biasa, hal ini terjadi karena kekurang fahaman tim atau pemain beserta supporternya akan peraturan permainan futsal. Dalam turnamen kali ini masih banyak kita jumpai tim-tim baru (yang mayoritas pemainnya adalah pemain sepakbola) yang gagal beradaptasi dengan peraturan futsal. Mereka ,masih sering melakukan body charge serta sapuan-sapuan yang sama sekali tidak diijinkan dalam olahraga futsal.
Salah satu kejadian menarik ialah ketika tim saweri gading mengajukan banding atas dikartu kuningnya pemain mereka yang bernama Dicky di semifinal. Hal ini disebabkan dengan kartu kuning tersebut, otomatis Dicky tidak dapat bermain pada pertandingan final karena telah mengalami akumulasi kartu kuning. Walaupun usaha ini gagal, tapi hal ini merupakan sejarah, karena dilakukan pertamakalinya dalam per-futsal-an Malang khususnya. Turnamen ini sendiri akhirnya dimenangkan oleh tim EL NOEL (Mitra Futsal) setelah di final mengalahkan tim Saweri Gading (FE UB) dengan skor 7-2. sedangkan peringkat 3 diraih tim Mlenyok FC yang di perebutan tempat ketiga berhasil mengalahkan tim penuh kejutan Kerzen y.
0 komentar:
Posting Komentar